S P A S I

Selasa, 16 September 2008

Berusaha Lebih Giat Dari Yang Lain

Pribadi yang berusaha lebih giat dari yang lainnya, menjadi pribadi yang menonjol.

Pribadi yang berusaha memberikan yang lebih dari yang diharapkan, menjadi pribadi yang disukai.

Hampir semua manusia senang bila merasa lebih daripada yang lainnya. Tetapi banyak manusia yang tidak mau berkorban lebih dari yang lainnya.

Untuk menghasilkan yang lebih perlu tindakan yang lebih, untuk mendapatkan yang spektakuler perlu tindakan yang spektakuler. Sebagai orang percaya maka kita dituntut lebih giat dari yang lainnya.

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina. (Amsal 22:29).

Sabtu, 13 September 2008

Mendengar

Salah satu proses pembentuk hidup ini adalah mendengar. Mendengar menjadi penting, karena dari pendengaran maka pengertian-pengertian didapat. Banyak tokoh yang menjadi sukses setelah mendengar sesuatu yang memotifasi dirinya, dan sebaliknya berapa banyak manusia yang gagal karena mendengar nasihat yang salah.

Mendengar kelihatannya mudah, karena setiap orang pasti bisa melakukannya. Tetapi cara kita mendengar mempengaruhi perjalanan hidup kita selanjutnya.
Sebagai orang percaya sudah seharusnya kita belajar untuk mendengar dengan mem-filter apa yang kita dengar.

Firman Tuhan berkata:
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. (Mark 4:23-24)

Sabtu, 06 September 2008

Asa Hubaen Sonang Hamu

Tidak dipungkiri dalam menjalani kehidupan ini, kita kadang diperhadapkan situasi yang sulit. Semua keadaan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Rencana-rencana tidak menghasilkan seperti yang kita inginkan. Semua seolah-olah menentang kita, apa yang kita perbuat selama ini seolah-olah menjadi salah. Hidup terasa berat dan secara fisik kita menjadi lemah.

Hari makin hari akan terasa berat bila beban itu tidak segera dilepaskan. Banyak cara manusia untuk melepaskan beban tersebut. Tetapi kebanyakan cara-cara tersebut hanyalah cara untuk mengalihkan beban, yang kemudian beban itu akan kita pikul lagi .. hanya solusi sementara!!

Tuhan Yesus .. Bapa kita megetahui kondisi seperti tersebut dalam bahasa batak : Ro Ma Hamu Tu Ahu, Hamu Na Loja Jala Na Sosak, Asa Hubaen Sonang Hamu .. terjemahannya : Datanglah kamu ke Saya (kata: Tuhan Yesus), kamu yang lelah dan yang sesak, supaya Saya buat senang kamu (Matius 11:28)

Ada solusi yang permanen untuk melepaskan beban tersebut yaitu datang kepada Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus rindu melepaskan beban dan kelelahan kita .. Haleluya Puji Tuhan !!

Jumat, 05 September 2008

Prioritas

Hidup adalah seni untuk menempatkan prioritas. Seseorang dapat dinilai dari prioritas-priotitas yang dibuatnya. Karena waktu dalam hidup ini bergerak maju dan tidak bisa mundur, maka prioritas diperlukan. Pemilihan prioritas dalam hidup menentukan sukses atau tidaknya hidup seseorang. Karena itulah pemilihan prioritas sangatlah penting.

Inti dari penyusunan prioritas adalah menempatkan yang lebih penting diatas yang tidak lebih penting. Orang yang memperhatikan yang penting-penting akan lebih disiap dalam keadaan genting.

Di dalam Firman Tuhan yang merupakan sumber dari segala kebijaksanaan terdapat perkataan Tuhan Yesus yaitu:
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:33)

Jadi sebagai orang percaya maka prioritas utama kita adalah mencari kerajaan Allah dan segala kebenaranNya. Dan janji Tuhan Yesus semua yang lain akan ditambahkan kepada kita. Untuk itu giatlah mencari Kerajaan Allah.

Selasa, 02 September 2008

Berubah kearah yang benar

Manusia yang maju adalah manusia yang mau berubah. Karena perubahan membawa manusia bergerak. Pergerakan membawa kepada perubahan. Kemanakah hendaknya pergerakan dan perubahan itu seharusnya? Apakah sasaran perubahan yang benar? Banyak orang asal berubah. Karena mereka berubah tetapi tidak mempunyai sasaran atau tujuan. Mereka berubah sesuai dengan keadaan sekelilingnya, karena semua sudah berubah maka saya harus berubah.

Sebagai orang percaya kemanakah seharusnya perubahan kita? jawabnya :
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.(Roma 12:2)

Jadi sebagai orang percaya hendaknya perubahan kita bergerak makin lama makin mengerti kehendak Tuhan. Sampai akhirnya Tuhan datang kembali .. Amin