S P A S I

Senin, 15 Maret 2010

Incognito

Para Raja atau penguasa dahulu, sering melakukan Incognito. Mereka menyamar sebagai rakyat biasa dan mengamati situasi. Hal ini mereka lakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang keadaan rakyatnya.

Pada suatu ketika Ratu Victoria ke 2 melakukan incognito, menyamar sebagai rakyat biasa, ditengah penyamarannya terjadi hujan yang sangat lebat. Ratu menumpang berteduh disebuah rumah dan bercakap-cakap dengan sepasang suami istri. Karena hujan sudah lama, Ratu ingin pulang dan meminjam payung mereka. Ratu berjanji akan mengembalikan payung tersebut. 

Terjadi pertengkaran yang seru diantara suami-istri tersebut, mengenai payung mana yang aka mereka pinjamkan. Karena mereka mempunyai dua payung, yang pertama payung yang baru saja dibeli beberapa hari yang lalu, sedangkan yang kedua adalah payung yang sudah robek, meskipun masih bisa dipakai.

Akhirnya mereka memutuskan untuk meminjamkan payung yang sudah robek dengan anggapan bila payung tersebut tidak dipulangkan mereka tidak merasa rugi. Betapa terkejutnya mereka ketika keesokan harinya Ratu datang ketempat mereka bersama dengan para bangsawan lainnya untuk mengembalikan payung yang telah dipinjamnya. Mereka menyesal meminjamkan payung yang sudah robek tersebut untuk seorang Ratu, padahal ada payung yang masih baru.

Tuhan juga melakukan Incognito! Tuhan menyamar sebagai orang-orang disekeliling kita untuk menguji seberapa besar pengenalan kita akan Dia.

Mat 25:32-46 Segala bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya. Lalu Ia akan memisahkan mereka menjadi dua kumpulan seperti gembala memisahkan domba dari kambing.. Orang-orang yang melakukan kehendak Allah akan dikumpulkan di sebelah kanan-Nya, dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Kemudian Raja itu akan berkata kepada orang-orang di sebelah kanan-Nya, 'Marilah kalian yang diberkati oleh Bapa-Ku. Masuklah ke dalam Kerajaan yang disediakan bagimu sejak permulaan dunia. Sebab pada waktu Aku lapar, kalian memberi Aku makan, dan pada waktu Aku haus, kalian memberi Aku minum. Aku seorang asing, kalian menerima Aku di rumahmu. Aku tidak berpakaian, kalian memberikan Aku pakaian. Aku sakit, kalian merawat Aku. Aku dipenjarakan, kalian menolong Aku.
Lalu orang-orang itu akan berkata, 'Tuhan, kapan kami pernah melihat Tuhan lapar lalu kami memberi Tuhan makan, atau haus lalu kami memberi Tuhan minum? Kapan kami pernah melihat Tuhan sebagai orang asing, lalu kami menyambut Tuhan ke dalam rumah kami? Kapan Tuhan pernah tidak berpakaian, lalu kami memberi Tuhan pakaian? Kapan kami pernah melihat Tuhan sakit atau dipenjarakan, lalu kami menolong Tuhan?' Raja itu akan menjawab, 'Ketahuilah: waktu kalian melakukan hal itu, sekalipun kepada salah seorang dari saudara-saudara-Ku yang terhina, berarti kalian melakukannya kepada-Ku!
Lalu Raja itu akan berkata kepada orang-orang di sebelah kiri-Nya, 'Pergilah dari sini, jahanam! Masuklah ke dalam api yang tidak bisa padam, yang sudah disediakan bagi Iblis dan malaikat-malaikatnya!Sebab pada waktu Aku lapar, kalian tidak memberi Aku makan; pada waktu Aku haus, kalian tidak memberi Aku minum.Aku seorang asing, kalian tidak menerima Aku di dalam rumahmu. Aku tidak berpakaian, kalian tidak memberi Aku pakaian. Aku sakit dan dipenjarakan, kalian tidak merawat Aku.
Lalu mereka akan berkata kepada-Nya, 'Tuhan, kapankah kami melihat Tuhan lapar, atau haus, atau sebagai seorang asing, atau tidak berpakaian, atau sakit, atau dipenjarakan, dan kami tidak menolong Tuhan?' Raja itu akan menjawab, 'Ketahuilah: pada waktu kalian tidak mau menolong salah seorang yang terhina ini, berarti kalian tidak mau menolong Aku.'Maka orang-orang itu akan dihukum dengan hukuman yang kekal, sedangkan orang-orang yang melakukan kehendak Allah akan mengalami hidup sejati dan kekal."

Sabtu, 27 Februari 2010

Khawatir adalah dosa

Membaca biografi Smith Wigglesworth, saya tersentak dengan satu kalimat yang dia katakan : "Khawatir adalah salah satu bentuk dosa". Sebagai Tokoh yang mempunyai reputasi dalam hal penyembuhan dan beberapa kali membangkitkan orang mati, termasuk salah satunya adalah istrinya sendiri. Maka kata-kata yang di ucapkan tersebut mempunyai pengaruh yang dalam kepada kita sebagai pengikut Kristus.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita diperhadapkan oleh emosi khawatir ini. Khawatir muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari yang sepele seperti mengkhawatirkan sesuatu tidak sesuai dengan rencana kita, sampai dengan mengkhawatirkan masa depan kita. Sehingga sering kita menyepelekan perasaan khawatir dan menganggapnya remeh. Padahal dampak yang dihasilkannya bila perasaan ini berdiam lama di pikiran kita bisa berakibat fatal. Banyak orang menjadi tidak waras pikirannya karena khawatir yang berkepanjangan dalam hidupnya. Kejadian bunuh terjadi disebabkan karena khawatir yang begitu dalam, sehingga mereka takut menghadapi hari esok.

Seperti firman Tuhan dalam Mat 6:25-33, mengenai Khawatir.

Sebab itu ingatlah; janganlah khawatir tentang hidupmu, yaitu apa yang akan kalian makan dan minum, atau apa yang akan kalian pakai. Bukankah hidup lebih dari makanan, dan badan lebih dari pakaian? Lihatlah burung di udara. Mereka tidak menanam, tidak menuai, dan tidak juga mengumpulkan hasil tanamannya di dalam lumbung. Meskipun begitu Bapamu yang di surga memelihara mereka! Bukankah kalian jauh lebih berharga daripada burung? Siapakah dari kalian yang dengan kekhawatirannya dapat memperpanjang umurnya biarpun sedikit? Mengapa kalian khawatir tentang pakaianmu? Perhatikanlah bunga-bunga bakung yang tumbuh di padang. Bunga-bunga itu tidak bekerja dan tidak menenun; tetapi Raja Salomo yang begitu kaya pun, tidak memakai pakaian yang sebagus bunga-bunga itu! Rumput di padang tumbuh hari ini dan besok dibakar habis. Namun Allah mendandani rumput itu begitu bagus. Apalagi kalian! Tetapi kalian kurang percaya! Janganlah khawatir dan berkata, 'Apa yang akan kita makan', atau 'apa yang akan kita minum', atau 'apa yang akan kita pakai'? Hal-hal itu selalu dikejar oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Padahal Bapamu yang di surga tahu bahwa kalian memerlukan semuanya itu.
Jadi, usahakanlah dahulu supaya Allah memerintah atas hidupmu dan lakukanlah kehendak-Nya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu.

Sabtu, 11 Juli 2009

Sukacita yang Kudus

Kata Sukacita didalam bahasa Indonesia bisa disamakan dengan senang, gembira atau yang lainnya yang menunjukkan kebahagiaan. Manusia yang belum bertobat menghubungkan Sukacita dengan pemuasan kebutuhan dirinya. Bila kebutuhannya tercukupi atau terpuaskan maka akan Sukacita. Dengan konsep ini maka Sukacita datang dari luar diri manusia. Oleh sebab itu manusia yang belum bertobat berusaha mencari Sukacita tersebut dengan segala usaha. Sukacita yang dicari dengan cara ini adalah sukacita yang sementara.

Bagaimana Firman Tuhan berbicara tentang Sukacita?
Bersukacitalah senantiasa, Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tes 5:16-18)

Dalam nats tersebut tersirat bahwa Sukacita yang benar adalah Sukacita yang berasal dari dalam diri kita, atau Sukacita yang Kudus yang tidak tergantung dari kondisi diluar. Sukacita yang benar seperti bunga yang terus mengeluarkan keharumannya. Semakin dihancurkan atau diperas semakin mengeluarkan keharumannya, karena keharumannya itu berasal dari dalam.

Darimana kita mendapatkan Sukacita yang kudus tersebut?
1. Kedudukan yang baru di dalam Tuhan.
2. Menyimpan Firman di dalam Hati.
3. Meninggikan dan Mengutamakan Tuhan.
4. Menjalankan kehendak Tuhan
5. Berbuah Injil.

Jumat, 06 Maret 2009

Kecerdasan terlihat ketika bergaul, Kebaikan terlihat ketika berkuasa

Tuhan menguji manusia lewat hubungan kita dengan sesama. Setiap hubungan kita entah hubungan orangtua-anak, hubungan saudara, hubungan sahabat ataupun hubungan atasan-bawahan, bisa menggambarkan siapa sebenarnya kita.

Kecerdasan manusia dapat terlihat ketika kita bergaul. Dengan bergaul kita akan bisa mengenali orang, apakah orang tersebut sebenarnya cerdas (punya banyak pengetahuan) atau tidak.

Sedangkan untuk menilai orang, baik atau tidak baik. Dapat dilihat ketika orang tersebut berkuasa.

Dalam kehidupan sekarang semua tertukar dalam pergaulan kita menilai orang tersebut baik atau jahat .. padahal dalam bergaul semua orang berusaha untuk berbuat baik .. jadi akan bias.

Sebaliknya orang yang berkuasa adalah orang yang pintar .. padahal dalam berkuasa yang perlu dinilai adalah baik atau tidaknya .. atau hatinya. Orang pintar tetapi berhati jahat akan merusak dunia ini.

Senin, 02 Maret 2009

Neos dan Kainos

Dalam bahasa Yunani kata baru ditulis dalam dua bentuk yaitu neos dan kainos. Untuk membedakannya dapat dilihat dari ilustrasi berikut:
Ketika seorang membeli mobil baru yang bekas atau second, maka bagi orang tersebut mobil yang dibeli tadi adalah baru, karena dia baru pertama kali menggunakannya disini artinya baru sesuai dengan waktu. Bagi pabrik mobil, mobil yang dibeli orang tersebut tidak baru karena sudah pernah digunakan orang lain dan onderdilnya sudah mulai usang. baru disini adalah neos.

Lain halnya dengan kainos, baru dalam arti kainos adalah benar-benar baru. Dalam ilustrasi tadi orang tersebut membeli mobil yang benar-benar baru. Mobilk yang belum pernah digunakan orang sebelumnya dan onderdilnya masih baru. Disini berarti baru berdasarkan kualitas.

Begitu juga manusia-baru dalam kitab Efesus, yaitu menggunakan kata kainos. Artinya Tuhan merubah manusia menjadi benar-benar baru secara kualitas dan kita dituntut benar-benar baru dalam tindakan kita. Karena kita adalah baru, bukan baru yang bekas .. untuk itu perlu perubahan yang radikal dalam pemikiran kita.

Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. (Efesus 4:21-24)